Gasibu…pada tangan yang menjagakan.
Sampai besi hijau Cicaheum-Ledeng memisahkan.
Selamat jalan..Adek jangan lupa makan.
Itu saja pesan reguler.
Roti bakar “KASDI” monumen, berjanji Malam ini Mas datang….
Tolong mengerti untuk tidak mengunci beberapa bagian.
Dan tidurlah sambil menungguku dibawah selimut malamnya.
Kubisikkan adek adalah perempuan yang pantas mencintai mas!…
Apakah ini cukup menyenangkan?
Cukup mencintai saja…cuma itu.
Banyak hal tentang hati yang bercabang. yang satu dahannya mengarah padamu.
Terima kasih karena mengerti tentang hal ini.
Menjadi selingkuhan mas…
Hari-hari ini, Mas milikmu
Balubur…Taman sari
Sebuah surga disepanjang keanehan suatu hubungan.
Menjadikan bingkai-bingkai kita diwaktu lewat.
Mengenai hal ini tentunya kamu mengerti.
Tentang tali baja pengikat Mas.
Yang kita himpun adalah ketidakmampuan,
terlilit tidak seluruhnya, meski selimut namun telah melelapkan Mas.
Disebuah pundak pengertian tentang hubungan ini.
Kamu jangan Lupakan Gasibu, Balubur & Tamansari.
Karena Mas bahagia, kamu bahagia.
Ditulis dalam Endless Love, Selingkuhan Sejati