Selamat Jalan Kekasih

•Februari 2, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Berpisah denganmu
T’lah membuatku semakin mengerti
Betapa indah saat bersama
Yang masih selalu ku kenang

Selamat jalan kekasih
Kaulah cinta dalam hidupku
Aku kehilanganmu
Untuk selama-lamanya

Cukup sekali
Kau lukai hati ini
Tak ingin terulang kembali
Kau tinggalkan ku sendiri

Aku cinta padamu
Aku masih menyayangimu
Walau hanya dihati saja
Untuk selama-lamanya

Aku cinta padamu
Aku masih menyayangimu
Walau hanya dihati saja
Untuk selama-lamanya

Aku kehilanganmu
Untuk selama-lamanya (by Rita Efendi)

Kr Terkenang kenang

•Februari 2, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Terkenang kenang wajahmu

Dengan rupa yang manis

Terbayang senyum simpul dimataku

Oh rasa hatiku sedih

Terbayang bayang parasmu

Yang tak dapat kulupa

Tapi sayang hanya sepintas lalu

Seperti dipermainkan saja

Sewaktu waktu mungkin kudapat bertemu

Dengan kamu yang selalu ku kenangkan

Ingin kubelajar kenal tetapi jangan marah

Bila kamu tidak berkebaratan

Sudilah kiranya menerima (lg keroncong terkenang kenang)

Menjadi bukan kata-kata

•Januari 27, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Apakah tak ada kata-kata apapun?…

Sebenarnya, ada banyak yang ingin kukatakan padamu,

tapi, aku tidak dapat bicara!

Yang ingin kukatakan semuanya berubah…

Menjadi kata-kata yang tak boleh kuucapkan

Ini seperti mendorong semua perasaan

Kedalam lubuk yang paling dalam

Selamat Pagi Bidadariku

•Januari 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Selamat pagi…untuk pagi yang cerah sumringah, untuk pagi yang sedari dulu tidak terlalu jauh berbeda, yang terkadang hanya cerah saja,hanya mendung saja, hanya gerimis saja, hanya berangin saja, untuk pagi yang lebih banyak macet…

Selamat Pagi untuk Bidadari kecilku, yang dulu begitu manis, yang dulu begitu manja…semoga di pagi ini kamu telah menjadi bukan Bidadari kecil lagi, bidadari kecilku yang selalu mengisi hidup…Bidadari yang berambut Indah, berbibir indah dengan gigi kecil berjajar dan paras seperti purnama di puncak kasadha.

Bidadari kecilku…kita telah sangat lama tidak bertemu, dari lubuk hati yang paling dalam, Kakak ucapkan salam, Selalu Kakak kenang masa-masa indah bersama anda, semoga lekas berjumpa lagi…

Bidadari kecilku yang terus berlari mengejar cita, sekarang  aku berharap agar kamu berbahagia…

Bidadari kecilku, tidak begitu sulit untuk selalu mengingatmu

setiap hari

setiap saat

kamu ada

disini 

Semalam di Cianjur

•Januari 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Kan kuingat…di dalam hatiku
Betapa indah semalam di cianjur
Janji kasih yang tlah kau ucapkan
Penuh kenangan…yang takkan terlupakan

Tapi sayang…hanya semalam
Berat rasa…perpisahan
Namunku…telah berjanji
Di suatu waktu…
Kita bertemu lagi

ST12-Jangan Pernah Berubah

•Januari 22, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

biarkan waktu teruslah berputar
ku cintai kamu penuh rasa sabar
meski sakit hati ini kau tinggalkan
ku ikhlas tuk bertahan

cintaku padamu begitu besar
namun kau tak pernah bisa merasakan
malah kini kau ucapkan selamat tinggal
membuat keresahan

meninggalkanku tanpa perasaan
hingga ku jatuhkan air mata
kekecewaanku sungguh tak berarah
biarkan ku harus bertahan

jangan pernah kau coba untuk berubah
tak relakan yang indah hilanglah sudah
jangan pernah kau coba untuk berubah
tak relakan yang indah hilanglah sudah

jangan pernah kau coba untuk berubah
ku relakan yang indah dalam hatinya (ST12)

Juwita Malam

•Januari 20, 2009 • Tinggalkan sebuah Komentar

Engkau gemilang malam cemerlang

Bagaikan bintang timur sedang mengambang

Tak jemu mata memandang

Aku namakan dikau Juwita Malam

Sinar matamu menari-nari

Masuk menembus kedalam jantung kalbu

Aku terpikat masuk perangkap

Apa daya asmara sudah melekat

Juwita Malam, siapakah gerangan puan…

Juwita Malam, dari bulankah puan…

Kereta kita segera tiba di Jatinegara,

Kita kan berpisah, berilah nama alamat serta

Esok lusa boleh kita berjumpa pula (ismail marzuki 1948)

Jauh Kedalam Hutan

•November 26, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Segenggam bunga…

Seikat ranting-ranting kering…

Sejumput daun-daun terserak, jauh kedalam hutan.

Batang dan dahan tetap beronggok tegak didalam hutan basah, menanti hujan…

Setelah Minggu pertama Januari.

Senja yg selalu menanti dan Mencinta

•November 1, 2008 • 1 Komentar

Senja yang selalu menanti dan mencintai/berlari kepundak-pundak kelelahan yg sudah tidak lagi sebenarnya mampu menahan/ sedari dahulu sejak awal melihatmu, hati ini terbuka untuk mencintaimu/hanya mencintaimu….

Bidadari kecilku yg selalu keemasan tertimpa senjan yg selalu menanti/ dan aku yg selalu mencintai/ tiada hari aku untuk tidak mencintaimu/

semua cara adalah demi mencintaimu/ mendekati dan menjauhi adalah semuanya karena mencintaimu/ seperti hari inipun mengabaikanmu adalah cinta terbesar yg pernah diberikan…/ bidadari mungkin kamu tidak memahami apapun tentang segala hal  yang berjalan diantara kita…/ bertemu adalah seperti melihat  bintang disaat badai/ demikianpun selalu setia untuk memelukmu dalam setiap tidurku…

Bidadari… entah sampai kapan mencintamu/ entah sampai kapan mencintamu/ karena hal ini adalah indah, biarlah mencintai seperti ini… seperti membungkus lipatan dalam kertas hitam/ karena ini mencintaimu secara sesungguhnya.

Gasibu, Sebuah Kenangan

•Juli 31, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Gasibu…pada tangan yang menjagakan.

Sampai besi hijau Cicaheum-Ledeng memisahkan.

Selamat jalan..Adek jangan lupa makan.

Itu saja pesan reguler.

Roti bakar “KASDI” monumen, berjanji Malam ini Mas datang….

Tolong mengerti untuk tidak mengunci beberapa bagian.

Dan tidurlah sambil menungguku dibawah selimut malamnya.

Kubisikkan adek adalah perempuan yang pantas mencintai mas!…

Apakah ini cukup menyenangkan?

Cukup mencintai saja…cuma itu.

Banyak hal tentang hati yang bercabang. yang satu dahannya mengarah padamu.

Terima kasih karena mengerti tentang hal ini.

Menjadi selingkuhan mas…

Hari-hari ini, Mas milikmu

Balubur…Taman sari

Sebuah surga disepanjang keanehan suatu hubungan.

Menjadikan bingkai-bingkai kita diwaktu lewat.

Mengenai hal ini tentunya kamu mengerti.

Tentang tali baja pengikat Mas.

Yang kita himpun adalah ketidakmampuan,

terlilit tidak seluruhnya, meski selimut namun telah melelapkan Mas.

Disebuah pundak pengertian tentang hubungan ini.

Kamu jangan Lupakan Gasibu, Balubur & Tamansari.

Karena Mas bahagia, kamu bahagia.

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.